Tandaseru – Puluhan yang tergabung dalam Karang Taruna Jiko Mobon, Desa Soagimalaha, melakukan aksi pendudukan di pos jaga PT Adita (ANI) di Kecamatan Kota Maba, Kabupaten , Maluku Utara, Rabu (28/01/2026). Aksi damai ini dipicu ketidakpuasan warga terkait sistem perekrutan karyawan yang dinilai tidak memprioritaskan putra daerah di wilayah ring satu.

Ketua Karang Taruna Jiko Mobon, Wahab Wonim, menyatakan PT Tandra Daya Jaya (TDJ) selaku sub-kontraktor PT ANI terkesan tertutup dan tidak adil dalam penerimaan . Menurutnya, komposisi karyawan saat ini sangat timpang.

“Dari total perekrutan, 80 persen justru berasal dari luar ring satu, sementara putra daerah hanya mendapat jatah 20 persen. Kami menuntut kuota 40 persen untuk warga lokal di wilayah operasional tambang,” tegas Wahab.

Wahab juga mengungkapkan kekecewaannya karena banyak lamaran warga lokal yang sudah masuk sejak November 2025 namun hingga kini belum mendapatkan kejelasan. Ia mengancam akan terus menduduki wilayah operasi jika tuntutan tersebut tidak segera diakomodir.

Respons Perusahaan: Stop Rekrut Orang Luar

Menanggapi aksi tersebut, Kepala Teknik Tambang (KTT) PT ANI, Amin Barun, mengambil langkah tegas. Ia secara langsung menginstruksikan PT TDJ dan sub-kontraktor lainnya menghentikan pendatangan karyawan dari luar daerah selama ketersediaan lokal masih mencukupi.

“Mulai detik ini, PT TDJ dilarang mendatangkan karyawan dari luar lingkar tambang selama persediaan karyawan lokal masih ada. Ini adalah bentuk komitmen kami bahwa tambang ini milik warga Soagimalaha,” ujar Amin.

Amin menambahkan bahwa saat ini terdapat empat sub-kontraktor yang beroperasi, yakni:

1. PT Tandra Daya Jaya (TDJ)

2. PT Amanah Minang (AMIN)

3. PT Supreme (SNI)

4. PT Pesona Indo Makmur (PIM)

Manajemen PT ANI telah mendesak seluruh sub-kontraktor mempercepat aktivitas produksi agar kebutuhan meningkat, sehingga pelamar lokal—baik yang memiliki keahlian (skill) maupun non-keahlian (nonskill)—dapat segera terserap bekerja sesuai SOP perusahaan.

Aksi berjalan dengan aman dan tertib di bawah pengawalan personel Polsek Maba Selatan. Massa membubarkan diri setelah tercapai kesepakatan, namun berkomitmen akan terus mengawal proses perekrutan ke depan.

tandaseru.co
Editor