Tandaseru — Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, wartawan sekaligus editor media Ketik.com Mursal Bahtiar menyampaikan pesan moral dan spiritual kepada seluruh umat Muslim, khususnya insan pers di Halmahera Selatan.
Melalui refleksi keislaman yang mendalam, Mursal mengajak masyarakat dan para jurnalis menjadikan Ramadan sebagai momentum penyucian jiwa, penguatan iman, serta peneguhan integritas dalam setiap karya jurnalistik.
Menurutnya, Ramadan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan madrasah ruhani yang mendidik manusia agar kembali kepada nilai-nilai kejujuran, amanah, dan ketakwaan.
“Ramadan adalah waktu terbaik untuk membersihkan hati, meluruskan niat, dan menjadikan setiap aktivitas, termasuk menulis berita, sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT,” ujarnya, Senin (16/2/2026).
Wartawan sekaligus wasit sepak bola di Halmahera Selatan ini menegaskan, profesi wartawan memiliki tanggung jawab moral yang besar. Setiap kalimat yang ditulis akan dipertanggungjawabkan, bukan hanya di hadapan publik, tetapi juga di hadapan Allah SWT.
Ia mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 70. Ayat tersebut, menurut Mursal, menjadi pedoman utama bagi insan pers dalam menjaga kejujuran, objektivitas, dan keberpihakan kepada kebenaran.
Lebih lanjut, ia mengingatkan Ramadan adalah bulan pendidikan jiwa. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi melatih kesabaran, keikhlasan, serta empati terhadap sesama. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 183.
Mursal menekankan, ketakwaan yang lahir dari Ramadan harus tercermin dalam karya jurnalistik yang santun, mencerdaskan, dan membangun peradaban.
“Jangan sampai pena kita melukai, jangan sampai berita kita memecah persaudaraan. Justru, melalui tulisan, kita harus menjadi jembatan persatuan umat,” tuturnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Muslim di Halmahera Selatan memanfaatkan Ramadan sebagai momentum memperbanyak amal saleh, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta meningkatkan kepedulian sosial.
Mursal berharap, Ramadan 1447 H menjadi titik balik spiritual bagi seluruh elemen masyarakat, khususnya wartawan, agar mampu menghadirkan informasi yang jujur, mencerahkan, dan bernilai ibadah.




Tinggalkan Balasan